Beranda > Perkawinan Adat, Sejarah Nusantara > Tata cara perkawinan adat Jawa2

Tata cara perkawinan adat Jawa2

29 Januari 2010

Perkawinan adat jawa

Bleketepe, (dan makna upacaranya)

Merupakan suatu tradisi membuat atau anyaman dedaunan kelapa untuk dijadikan atap atau peneduh resepsi manten, tatacara ini mengambil ajaran dari Ki Ageng Tarub, salah satu leluhur raja mataram. Saat mempunyai hajat menikahkan anaknya dewi Nawangsih dengan Raden Bondan Kejawan, KiAgeng membuat anyaman peneduh dari anyaman daun kelapa karena rumah ki Ageng kecil dan tidak dapat memuat banyak tamu sehingga Ki Ageng membuat payon dari daun kelapa. Dengan diberi payon ruang itu dapat dipergunakan para tamu dan menjadi luas dan dapat dipergunakan untuk menjamu tamu yang hadir. Kemudian payon dari daun kelapa tersebut disebut Tarub berasal dari orang yang pertama yang membuatnya.

Tata cara memasang tarub adalah, bapak naik tangga sedangkan ibu memegangi tangga sambil membantu memberikan bleketepe(anyaman dari daun kelapa)

Tatacara ini melambangkan gotong royong kedua orang tua yang menjadi pengayom keluarga.

Tuwuhan mengandung arti , Suatu harapan kepada anak yang dinikahkan dapat memperoleh keturunan, untuk melangsungkan sejarah dari keluarganya.

Isi tuwuhan terdiri dari :

1. Pohon pisang raja yang buahnya sudah masak

Maksudnya dipilih yang sudah masak adalah diharapkan pasangan yang akan menikah telah memiliki pemikiran dewasa atau telah masak.  Sedangkan pisang raja mempunyai pengharapan agar pasangan yang akan dinikahkan kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti raja.

2. Tebu wulung

Tebu wulung berwarna merah tua sebagai gambaran tuk-ing memanis atau sumber rasa manis. Hal ini melambangkan kehidupan yang serba enak.sedangkan makna wulung bagi orang jawa berarti sepuh atau tua. Setelah memasuki jenjang perkawinan diharapkan kedua mempelai mempunyai jiwa yang sepuh yang selalu bertindak dengan kewicaksanaan atau kebijaksanaan.

3.  Cengkir gadhing

Merupakan symbol dari kandungan tempat jabang bayi atau lambing keturunan

4. Daun Randu dan Pari Sewuli

Randu melambangkan sandang. Sedangkan pari(padi) melambangkan pangan sehingga hal tersebut bermakna agar kedua mempelai selalu tercukupi sandang pangan.

5.  Godhong apa-apa (macam-macam dedaunan)

Seperti daun beringin yang melambangkan pengayoman,rumpu alang-alang dengan harapan terbebas dari halangan.

%d blogger menyukai ini: