Beranda > Bekal Perjalanan > Amalan Sya’ban

Amalan Sya’ban

30 Juli 2009

Meski sudah agak terlambat  8 hari, tapi engga papa buat nambahin wawasan keilmuan. dikit

AMALAN BULAN SYA’BAN

1.   Setiap hari mengucapkan istighfar sebanyak 70 kali (astaghfirullaahal-ladzi laa ilaaha illal-Lah, huwar-rahmaanur-rahiim, al hayyul-qayyum, wa atuubu ilaih).

2.   Setiap hari Kamis di bulan Sya’ban: sholat dua rakaat, tiap rakaat baca Al Fatihah dan 100 kali Al-Ikhlas. Selesai salam, baca sholawat (Allhumma sholli alaa Muhammad wa aali Muhammad) sebanyak 100 kali.

Pahala: Allah akan mengabulkan hajat (permohonan/doa) kita dan akan mengabulkan puasa yang kita lakukan di bulan Sya’ban ini.

3.   Puasa 3 hari dalam bulan Sya’ban dan di malam harinya (setelah siangnya berpuasa) sholat sunnah sebanyak 11 rakaat (kayak sholat tahajud, 5 kali sholat–masing2 dua rokaat, ditambah satu rokaat witir), masing-masing baca Al Fatihah 1 kali dan Al Ikhlas 11 kali. Hari yang paling afdhal untuk puasa: hari pertama dan ketiga di bulan Sya’ban.

4.   Malam ke-13: disunnahkan untuk sholat dua rokaat, masing2 baca Al Fatihah dan surat Yasin, Al Mulk, Al Ikhlas .

5.   Malam ke-14: sholat yg no. 6 di atas dilakukan 2 kali (jadi keseluruhan ada 4 rokaat)

6.   Malam ke-15: sholat yg no. 6 di atas dilakukan 3 kali (jadi keseluruhan ada 3 rokaat)

Barangsiapa yang melakukan amalan ini , dia akan memperoleh keutamaan dari ketiga bulan mulia itu (jadi, ini amalan untuk bulan Rajab-Sya’ban-Ramadhan) dan Allah akan mengampuni seluruh dosanya kecuali dosa syirik/menyekutukan Tuhan.

7.   Sore hari ke-14 (berarti, menyambut malam ke-15), disunnahkan mandi (kayak mandi wajib itu loh, rambut juga dicuci), lalu sepanjang malam disunnahkan untuk sholat sunnah, baca Quran, dan zikir.

Salah satu zikir yang dianjurkan untuk dibaca pada malam ke-15: subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wal-Lahu akbar (sebanyak 100 kali)

Catatan: ini kan amalan sunnah, jadi, bisa dilakukan semampu kita. Misalnya, amalan no.6, kalau terasa berat, ya sudah, baca Al Ikhlas aja. Soal pahala biarlah urusan Allah. Yang jelas niatkan untuk mendekatkan diri pada Allah dan Rasul-Nya, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal ibadah kita. Yang penting, kita sudah berusaha menyiapkan mental dan fisik untuk menjalani bulan Ramadhan.

Diterjemahkan dari Buku Mafaatihul Jinan, terbitan Beirut thn 1998, karya Syeikh Abbas Qummi (1290-1349 H).

Kategori:Bekal Perjalanan
%d blogger menyukai ini: