Hati

16 Juni 2009

Oleh2  pengajian dari Al Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf, pimpinan Majelis Nurul Fajri.

يسم الله الرحمن الرحيم

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ الَنُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ قَالَ, سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَسَلَّمَ:
ألاَ وَ إنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَ إذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ, ألاَ وَ هِيَ اَلْقَلْبُ.
Dari Abu Abdillah, Nukman bin Basyir berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Dan bukankah di dalam jasad itu ada segumpal darah yang jika ia baik, baiklah anggota tubuh seluruhnya, dan bila ia rusak maka rusaklah jasad seluruhnya, bukankah dia itu hati”
(HR.Al-Bukhari, Kitab al-Iman Bab Manis Tabra’a li dinihi, no.52. Muslim, no.1599, Abu Daud, no.3329 dan 3330, Thurmudzi, 1205, Nasa’i, 7/241 dan Ibnu Majah, no.3984))
Rawi Hadits:
Nukman bin Basyir bin Sa’ad bin Tsa’labah al-Anshari al-Khazraji, lahir tahun ke 2 H, pernah menjadi gubernur Kufahm Damaskus dan Hims. Meninggal pada akhir tahun 64 H. Telah meriwayatkan hadits 114, Imam Bukhari menuliskan haditsnya satu buah dan Imam Muslim meriwayatkan sebanyak empat buah.
Al-Qalbu: Dalam al-Qur’an: (Alu Imran, 159),(QS.Qaaf,37), (QS.Ghafir,35) dst

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.
Sakitnya Hati: dengan melakukan kemaksiatan, baik karena tidak melakukan ibadah atau melanggar salah satu larangan diantara larangan Allah.
Dalam Kitab Ibnu Majah (12/294) dan al-Musnad (116/152),Dari Abu Hurairah, Rasul bersabda:

قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ فَإِنْ زَادَ زَادَتْ فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَهُ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ )كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ(

“Sungguh seorang Mukmin jika melakukan perbuatan dosa maka timbul setitik hitam di dalam hatinya, jika dia bertaubat, meninggalkan dan memohon ampun niscaya hatinya dibersihkan. Tapi jika terus melakukan dosa maka akan bertambah (titik hitam itu) sehingga menjadi raana sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an”
Penyakit Hati: Sombong, Riya’, Hasad dan Ujub
Pentingnya membersihkan hati: (QS.As-Syua’ra, 88)

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ .

“Pada hari yang tidak berguna harta, anak-anak kecuali siapa yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat”
Dalam riwayat dikatakan Rasul seringkali berdo’a:

اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا.

“Ya Allah, Sungguh aku memohon kepada-Mu hati yang selamat”
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Bukhari, Thurmudzi dan Nasa’i disebutkan, dari Anas bin Malik: Rasulullah seringkali berdo’a dengan mengucapkan:

(يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ)
“Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku dalam Agama-Mu”
Aku bertanya kepada Rasul: Ya Rasul, kami beriman dengan apa-apa yang datang kepadamu apakah engkau masih merasa khawatir ? Nabi Menjawab; iya, Sungguh hati itu berada di tangan Allah, Dia membalikkan bagaimana Dia kehendaki.
Hati Dapat dibersihkan: Ibnu Mulaqqin as-Syafi’i mengatakan; Sehatnya hati dalam lima perkara:

قِرَاءَةُ القُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ, وَ خَلاَءُ البَطْنِ, وَ قِيَامُ اللَّيْلِ, وَ مُجَالَسَةُ الصَّالِحِيْنَ وَ أَكْلُ الْحَلاَلِ
“Membaca al-Qur’an dengan penghayatan, mengosongkan perut (berpuasa), bangun malam (tahajjud), sering duduk dengan orang sholeh dan makan makanan yang halal”

Kategori:Bekal Perjalanan
%d blogger menyukai ini: