Beranda > Uncategorized > Pidato Ahmad dinejad

Pidato Ahmad dinejad

25 April 2009

Pidato Amad Dinejad di Konfrensi Anti rasisme Di Genewa

Life gives Answers in Three ways,
It says YES and gives Whatever u Want,
It says NO and gives u Something Better
It says Wait and gives u the Best

———- Forwarded message ———-

Sumber: http://swaramuslim.com/berita/more.php?id=5793_0_12_0_M68

Naskah Lengkap Pidato Ahmadinejad (Presiden Iran) Pada Konfrensi Anti
Rasisme Di Jenewa

Bismillahirrahmanir rahim

Segala puji dan syukur khusus milik Allah Yang Adil, Pengasih dan Yang
Menginginkan Kebaikan Hamba-Nya.

Salam Allah kepada para nabi ilahi mulai dari Nabi Adam hingga Nuh,
Ibrahim, Musa, Isa dan pamungkas para nabi Muhammad saw. Mereka semua
adalah penyeru monoteisme, persaudaraan, cinta, kehormatan manusia dan
keadilan.

Pimpinan sidang,

Sekjen PBB,

Komisi Tinggi HAM,

Ibu dan bapak,

Kita berkumpul di sini guna melanjutkan konferensi anti rasisme Durban
dengan membahas kondisi kekinian dan solusi praktis dalam perjuangan suci
dan manusiawi ini. Dalam peristiwa di beberapa abad terakhir telah terjadi
banyak kezaliman besar terhadap umat manusia. Di abad pertengahan para
ilmuwan dihukum mati. Setelah itu masuk masa perbudakan dan pemburuan
manusia tak berdosa lalu memisahkan mereka dari keluarganya dengan
mengirimkan mereka ke Eropa dan Amerika dalam kondisi sangat buruk bila
dibandingkan jutaan manusia lainnya.

Periode kegelapan yang dibarengi oleh penjajahan berbagai daerah disertai
penjarahan kekayaan alam dan pembantaian serta mengungsikan dengan paksa
warga tak berdosa. Bertahun-tahun lewat bangsa-bangsa bangkit untuk mengusir
para penjajah lalu mendirikan pemerintah independen dan nasional dengan
nyawa jutaan manusia.

Gila kekuasaan dalam waktu singkat memaksakan dua perang besar di Eropa dan
sebagian dari Asia dan Afrika. Perang yang hasilnya mengorbankan ratusan
juta nyawa manusia dan hancurnya lahan-lahan tanah-tanah subur. Mereka yang
menang dalam perang menganggap dirinya sebagai jagoan dan pemenang dunia
sementara bangsa-bangsa lainnya dipandang sebagai pecundang. Mereka lalu
membuat undang-undang dan sistem yang zalim, tidak peduli dan bahkan
menistakan hak-hak bangsa lain.

Ibu dan bapak,

Pandang Dewan Keamanan PBB sebagai warisan Perang Dunia I dan II. Dengan
logika apa mereka mendapatkan keistimewaan dan hak veeto? Nilai-nilai
kemanusiaan dan ilahi seperti apa yang bisa menerima logika ini? Dengan
keadilan? Dengan persamaan di hadapan hukum? Dengan kehormatan manusia? Atau
diskriminasi, ketidakadilan, pelanggaran HAM dan ancaman bagi mayoritas
bangsa dan negara di dunia? Ini kondisi dewan tertinggi dan referensi
pengambilan keputusan bagi perdamaian dan keamanan dunia! Ketika
diskriminasi ada dan sumber hukum tidak lagi keadilan dan kebenaran, tapi
arogansi dan kekuatan, bagaimana dapat diharapkan terciptanya keadilan dan
perdamaian? Gila kekuasaan dan egoisme sumber rasisme, diskriminasi, agresi
dan kezaliman. Sekalipun kini kebanyakan orang-orang rasis juga ikut-ikutan
mengecam rasisme dalam slogan dan ucapan mereka, namun ketika beberapa
negara kuat punya hak berdasarkan kepentingannya mengambil keputusan untuk
negara-negara lain, mereka dengan mudah menginjak-injak hukum dan
nilai-nilai kemanusiaan. Dan hal itu telah dilakukan oleh mereka.

Setelah Perang Dunia II dengan alasan orang-orang Yahudi menjadi korban
dalam peristiwa holocaust dan dengan agresi mereka mengungsikan sebuah
bangsa dan mereka mengirimkan orang-orang Yahudi dari Eropa, Amerika dan
dari berbagai negara di dunia tinggal di daerah itu. Mereka akhirnya
mendirikan pemerintah yang mutlak berasaskan rasisme di Palestina
pendudukan. Sejatinya, alasan untuk menebus kerugian rasisme di Eropa,
mereka mendirikan rasisme paling kejam di tempat lain, yaitu Palestina.

Dewan Keamanan PBB mengakui pemerintah perampok ini dan selama 60 tahun
membelanya serta memberikan kesempatan rezim ini untuk melakukan segala
bentuk kejahatan. Lebih buruk dari ini, sejumlah negara Barat dan Amerika
merasa berkewajiban untuk membela para rasisme pembantai manusia. Ketika
manusia yang masih memiliki hati nurani bersih menyaksikan pengeboman dan
pembantaian yang terjadi di Gaza dan mengecam aksi tersebut, mereka malah
membela para penjahat. Sebelum itu juga mereka memilih diam di hadapan
segala terbongkarnya kejahatan yang dilakukan rezim ini dan mendukungnya.

Saudara-saudara yang mulia, ibu dan bapak,

Apa alasan di balik perang terakhir seperti serangan Amerika ke Irak dan
pengiriman besar-besaran tentara ke Afganistan? Apa alasannya selain
arogansi pemerintah Amerika waktu itu, tekanan para pemodal dan penguasa
untuk melebarkan pengaruh dan hegemoni, menjamin kepentingan para produsen
senjata, penghancuran sebuah peradaban ribuan tahun, menghancurkan bahaya
potensial dan aktual negara-negara regional terhadap Rezim Zionis Israel dan
menjarah sumber-sumber energi Irak? Jujur saja, mengapa ada satu juta orang
tewas dan cidera dan jutaan lainnya harus mengungsi? Jujur saja, apakah
serangan ke Irak dengan rencana Rezim Zionis Israel dan sekutu mereka di
pemerintah Amerika waktu itu yang di satu sisi bersandar pada kekuasaan dan
di sisi lainnya bersandar pada para pemilik perusahaan senjata? Apakah
dengan mengirimkan pasukan ke Afganistan, perdamaian, keamanan, ketenangan
dan kesejahteraan telah kembali di negara ini?

Amerika dan sekutunya tidak mampu bahkan hanya untuk mencegah produksi
narkotika. Kehadiran mereka di Afganistan kini malah membuat produksinya
meningkat berkali-kali lipat!

Pertanyaan pentingnya adalah apa yang dilakukan oleh pemerintah Amerika dan
sekutunya waktu itu? Apakah mereka menjadi wakil-wakil dunia? Apakah mereka
pilihan bangsa-bangsa di dunia? Apakah rakyat di dunia mewakilkan kepada
mereka untuk mengintervensi seluruh dunia (tentunya mereka lebih banyak
melakukan intervensi di kawasan kami)? Apakah aksi-aksi pendudukan Irak dan
Afganistan bukan bukti dari arogansi, rasisme, diskriminasi, penistaan
kehormatan dan kemerdekaan bangsa-bangsa?

Ibu dan bapak,

Siapa penanggung jawab ekonomi dunia setelah terjadi krisis ekonomi dunia?
Krisis bermula dari mana? Dari Afrika, Asia atau bermula dari Amerika yang
kemudian menyebar ke Eropa dan sekutunya!

Cukup lama mereka memaksakan undang-undang dan peraturan tidak adil ekonomi
dengan kekuatan politik dalam interaksi politik dan intenasional. Mereka
menetapkan sistem moneter dan keuangan tanpa ada pengawasan internasional.
Mereka memaksa seluruh negara dan bangsa di dunia untuk tidak ikut campur
dalam proses dan pengambilan kebijakan. Mereka bahkan tidak pernah
memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk melakukan pengawasan. Dengan
meminggirkan moral dalam berbagai hubungan, mereka membuat undang-undang dan
peraturan yang menguntungkan sebuah kelompok penguasa dan kaya. Dengan
mendefinisikan sendiri pasar bebas dan persaingan, mereka berhasil menjegal
kesempatan pihak lain memindahkan masalah yang dimilikinya ke pihak lain.

Kini puncak krisis puluhan ribu miliar hutang dan ribuan miliar defisit
anggaran telah kembali kepada mereka sendiri.

Kini untuk memperbaiki kondisi mereka mulai menyuntikkan ratusan miliar
tanpa pendukung dari kantong rakyat Amerika sendiri dan dari seluruh dunia
kepada bank-bank, perusahaan-perusahaan besar dan pasar moneter yang hampir
bangkrut. Dengan cara ini mereka kembali membuat rakyatnya semakin banyak
hutan dan masalah menjadi semakin kompleks.

Mereka hanya memikirkan kekuasaannya saja. Bagi mereka masyarakat
internasional, bahkan rakyat mereka sendiri tidak bernilai.

Pimpinan sidang, ibu dan bapak,

Akar asli rasisme kembali pada ketidaktahuan akan hakikat manusia sebagai
makhluk terpilih dan menyimpang dan jalur kehidupan manusia dan tugas
manusia dalam penciptaan. Lalai dari penyembahaan secara sadar kepada Allah
dan pemikiran dalam filsafat kehidupan dan jalur kesempurnaan manusia yang
berasal dari hasil alami akibat komitmen terhadap nilai-nilai ilahi dan
manusiawi. Semua ini menyebabkan tataran cara pandang seorang manusia
menjadi turun yang membuatnya hanya memikirkan kepentingan terbatas dan fana
sebagai prinsip dalam berlaku. Dengan demikian inti kekuatan yang memiliki
sifat setan telah terbentuk. Dengan menghapus kesempatan secara adil bagi
pertumbuhan orang lain ia berusaha mengembangkan diri. Sebagaimana dalam
bentuk terburuknya berubah menjadi rasisme yang tidak lagi memiliki kekangan
dan kini menjadi faktor paling berbahaya yang mengancam perdamaian dunia dan
menutup jalan terciptanya kehidapan damai.

Tidak ragu lagi bahwa rasisme harus dinilai sebagai simbol kebodohan dalam
sejarah dan tanda-tanda kekolotan di hadapan pertumbuhan manusia umumnya.
Dari sini diharapkan kita mencari pengejawantahan rasisme dalam penyebaran
kondisi kemiskinan akan ilmu dan ketiadaan pemahaman bagi masyarakat.

Oleh karenanya, solusi asli dalam memerangi fenomena ini adalah menyebarkan
pemahaman masyarakat dan memperdalam pemahaman mereka mengenai filsafat
keberadaan manusia dan hakikat dunia dengan fokus manusia. Hasilnya adalah
kembalinya manusia kepada nilai-nilai spiritual, moral, keutamaan manusia
dan kecenderungan kepada Allah. Masyarakat internasional harus dalam sebuah
gerakan universal budaya demi menjelaskan lebih luas lagi kepada masyarakat
yang terkena penyakit ini dan tentunya mereka terkebelakang. Bila ini
dilakukan simbol keburukan dan kekotoran ini bakal tergerus dengan cepat.

Saudara-saudara yang terhormat,

Kini masyarakat internasional menghadapi semacam rasisme yang keburukannya
merusak citra manusia di awal mileniuk ketiga dan mempermalukan umat
manusia.

Zionisme Internasional simbol mutlak rasisme yang berbohong atas nama agama
dan memanfaatkan simpati keagamaan demi menyembunyikan wajah buruknya dari
orang-orang yang tidak punya informasi. Namun yang harus diperhatikan dengan
serius adalah upaya sebagian kekuatan besar dan pemilik kepentingann luas di
dunia dengan memanfaatkan kekuatan ekonomi, pengaruh politik dan media
berusaha sekuat tenaga mendukung Rezim Zionis Israel dan mengurangi
keburukannya. Di sini sudah bukan masalah kebodohan!

Oleh karenanya, tidak boleh mencukupkan diri dengan aksi-aksi budaya untuk
melawan fenomena buruk ini, tapi yang harus dilakukan adalah mengakhiri
penyalahgunaan Israel dan para pendukungnya akan lembaga-lembaga
internasional sebagai alat politiknya. Dengan menghormati keinginan
bangsa-bangsa lain dan memperkuat tekad negara-negara untuk mengikis habis
rasisme ini serta berani mengambil langkah memperbaiki hubungan
internasional.

Tidak ragu lagi kalian semua tahu ada upaya besar kekuatan-kekuatan dunia
untuk menyelewengkan tugas penting ini dalam pertemuan ini. Patut
disayangkan bahwa diplomasi dukungan terhadap Zionis Israel memiliki arti
ikut serta secara transparan dalam setiap aksi kejahatan dan ini menambah
tanggung jawab wakil-wakil terhormat yang hadir untuk membongkar aksi anti
manusia dan segera memperbaiki hubungan dan perilaku. Harus diketahui bahwa
mengenyampingkan kapasitas besar dunia seperti konferensi ini merupakan
bukti asli membantu berlanjutnya keberadaan rasisme paling buruk.
Konsekwensi membela HAM saat ini pertama adalah membela hak bangsa-bangsa
untuk bebas dalam mengambil keputusan penting dunia tanpa campur tangan
pihak-pihak lain dan kedua, harus melakukan langkah-langkah untuk
memperbaiki struktur dan hubungan internasional.

Mencermati hal ini, konferensi ini menjadi ujian besar dan opini dunia hari
ini dan esok akan menilai apa yang kita lakukan.

Pimpinan sidang, ibu dan bapak,

Kondisi dunia dengan cepat tengah mengarah pada perubahan prinsip. Relasi
kekuatan tampak sangat rapuh. Suara patahnya tulang punggung kezaliman dunia
telah terdengar. Struktur politik dan ekonomi makro tengah menuju
kehancurannya. Krisis politik dan keamanan semakin dalam dan krisis ekonomi
yang semakin meluas dan tidak ada secercah harapan untuk untuk
memperbaikinya. Berbagai dimensi baik kuantitas dan kualitas transformasi di
berbagai bidang untuk maju sangat menakjubkan. Saya berkali-kali menekankan
agar kembali dari jalur salah dalam mengelola dunia saat ini dan
memperingatkan bila terlambat menyikapi masalah ini. Kini dalam konferensi
internasional tak ternilai kepada kalian dan setiap pemimpin, pemikir dan
kepada semua bangsa di dunia yang haus akan perdamaian, kebebasan, kemajuan
dan kesejahteraan saya ingin mengatakan bahwa pengelolaan tidak adil yang
menguasai dunia telah berakhir!

Kebuntuan ini tidak dapat dihindarkan karena muncul dari logika pengelolaan
yang bersumber dari pemaksaan zalim. Karena logika gerakan dunia merupakan
gerakan transenden, punya tujuan, manusia sebagai fokus dan kecenderungan
kepada Allah. Gerakan yang akan melawan setiap kebijakan dan program yang
tidak memihak kepentingan bangsa-bangsa dunia. Kemenangan kebenaran atas
kebatilan dan masa depan cerah manusia berdasarkan sistem dunia yang adil
merupakan janji Allah dan para nabi, bahkan harapan seluruh masyarakat dan
generasi. Terciptanya masa depan seperti ini merupakan konsekwensi dari
kebijaksanaan dalam penciptaan dan menjadi kepercayaan semua hati orang yang
percaya kepada Allah dan posisi tak ternilai manusia.

Pembentukan masyarakat dunia praktis memungkinkan terciptanya sistem bersama
dunia dan dengan ikutnya para ilmuwan, para pemimpin dan masyarakat dunia
untuk ikut serta secara aktif dan adil dalam pengambilan keputusan makro dan
prinsip merupakan jalur pasti dari tujuan besar ini. Kini kapasitas
keilmuan, teknik, dan teknologi informasi dan komunikasi mampu membentuk
pemahaman bersama dan luas dari masyarakat dunia dan sebagai sarana bagi
terciptanya satu sistem bersama. Kini tanggung jawab besar ini berada di
pundak para pendidik, ilmuwan dan negarawan seluruh dunia yang percaya akan
jalan pasti ini mampu memainkan peran historisnya. Saatnya saya ingin
menekankan satu hakikat bahwa Kapitalisme Barat sama dengan Komunisme telah
berakhir karena tidak mampu melihat manusia sebagai apa adanya dan berusaha
untuk memaksakan jalan dan tujuan yang diciptakan untuk manusia. Ketimbang
memperhatikan nilai-nilai manusia dan ilahi, keadilan, kebebasan cinta dan
persaudaraan, malah menjadikan persaingan keras guna meraih kepentingan
materi, individu dan kelompok sebagai prinsip hidupnya.

Kini dengan mengambil pelajaran dari masa lalu dan memahami keharusan
mengubah jalan dan kondisi saat ini, mari kita semua bertekad untuk berusaha
di segala bidang. Sekaitan dengan hal ini dan sebagai pembicaraan terakhir,
saya mengajak semua untuk memperhatikan dua poin penting:

1. Perubahan kondisi dunia dan itu pasti bisa dilakukan, namun perlu
diketahui bahwa hal ini hanya dapat dilakukan dengan kerjasama seluruh
negara dan bangsa. Oleh karenananya, harus memanfaatkan seluruh kapasitas
yang ada untuk kerjasama internasional. Kehadiran saya dalam konferensi ini
sebagai penghormatan atas masalah penting begitu juga masalah HAM dan
pembelaan hak-hak bangsa dalam menghadapi fenomena buruk rasisme bersama
kalian para ilmuwan.

2. Mencermati tidak berfungsinya sistem-sistem yang ada dan relasi politik,
ekonomi, keamanan dan budaya internasional perlu melakukan perubahan dalam
struktur yang ada dengan memperhatikan nilai-nilai ilahi dan manusiawi,
analisa yang benar dan realistis mengenai manusia, berdasarkan keadilan dan
memberikan nilai kepada hak semua manusia di seluruh dunia, para hegemoni
harus mengakui kesalahan sebelumnya dan mengubah cara berpikir dan berlaku.
Sekaitan dengan masalah ini, perubahan segera Dewan Keamanan PBB, menghapus
keistimewaan diskriminatif hak veto, perubahan sistem moneter dan keuangan
dunia harus segera dijadikan agenda untuk dibicarakan. Jelas, tidak memahami
pentingnya perubahan segera sama dengan biaya lebih besar perubahaan itu
sendiri.

Saudara-saudara saya yang terhormat,

Ketahuilah, gerakan menuju keadilan dan kemulian manusia bak gerak cepat
dalam arus air. Jangan sampai kita melupakan eliksir cinta. Kepastian masa
depan cerah bagi manusia merupakan modal besar yang mampu membuat kita
semakin mengerti dan berharap untuk berusaha menciptakan dunia yang penuh
dengan cinta, nikmat, tidak ada lagi kemiskinan, semua mendapat rahmat Allah
dalam kepemimpinan manusia sempurna. Mari kita berusaha untuk memiliki saham
dalam masalah penting ini!

Dengan harapan akan hari cerah dan indah!

Kepada pemimpin sidang, Sekjen PBB dan kepada kalian semua yang mendengarkan
pidato ini, saya mengucapkan terima kasih banyak.

Semoga sukses dan tetap jaya.

Kategori:Uncategorized
%d blogger menyukai ini: